Rasa sakit gigi setelah ditambal permanen adalah hal yang cukup sering dirasakan oleh banyak pasien, dan sebenarnya ini merupakan reaksi yang wajar. Setelah prosedur tambal gigi permanen, gigi Anda baru saja melewati serangkaian tindakan mulai dari pembersihan karies, pengangkatan jaringan rusak, hingga pengisian dengan bahan tambalan. Proses ini tentu memberikan stimulasi pada saraf dan jaringan di sekitar gigi, sehingga munculnya rasa nyeri atau sensitif dalam beberapa hari setelahnya bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Lalu bagaimana cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal itu?
Sekilas Tentang Tambal Gigi Sementara dan Permanen
Sebelum membahas lebih jauh soal nyeri, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan mendasar antara tambal gigi sementara dan permanen. Keduanya memang sama-sama bertujuan menutup lubang gigi, namun fungsi dan kondisi penggunaannya berbeda.
Tambal gigi sementara digunakan sebagai solusi jangka pendek biasanya hanya bertahan beberapa minggu. Dokter gigi umumnya merekomendasikannya dalam situasi tertentu, seperti saat gigi membutuhkan observasi lebih lanjut sebelum diputuskan langkah akhirnya, atau ketika pasien sedang menjalani perawatan saluran akar yang membutuhkan beberapa kali kunjungan. Tambalan sementara berfungsi sebagai “pelindung” gigi di antara jeda perawatan tersebut.
Lantas, apakah cukup hanya ditambal sementara? Jawabannya: tidak untuk jangka panjang. Bahan tambalan sementara lebih lunak dan tidak dirancang untuk menahan tekanan gigitan sehari-hari. Jika dibiarkan terlalu lama, tambalan ini berisiko lepas atau retak, dan lubang gigi bisa kembali terekspos pada bakteri. Itulah mengapa tambal permanen selalu menjadi tujuan akhir dari setiap rangkaian perawatan gigi berlubang. Tambal permanen menggunakan bahan yang jauh lebih kuat seperti resin komposit atau glass ionomer cement, dan dirancang untuk bertahan hingga bertahun-tahun jika dirawat dengan baik.
Prosedur Ketat dalam Tambal Gigi Permanen
Tambal gigi permanen bukanlah prosedur sembarangan. Ada serangkaian tahapan yang harus dilakukan dengan teliti agar hasilnya optimal dan tahan lama. Pertama, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk rontgen gigi jika diperlukan untuk mengetahui seberapa dalam kerusakan yang terjadi.
Setelah itu, area yang berlubang dibersihkan dari sisa karies menggunakan bur gigi berputar. Proses ini memastikan tidak ada jaringan rusak yang tersisa sebelum bahan tambalan diaplikasikan. Gigi kemudian dikeringkan dan diisolasi dari air liur agar tambalan bisa melekat sempurna. Bahan tambalan kemudian diaplikasikan lapis demi lapis dan dikeraskan menggunakan sinar khusus. Terakhir, dokter akan merapikan bentuk tambalan agar sesuai dengan pola gigitan Anda dan tidak mengganggu kenyamanan saat mengunyah.
Penyebab Rasa Nyeri Gigi Setelah Tambal Permanen
Rasa nyeri atau sensitif setelah tambal permanen bisa timbul karena beberapa alasan. Pertama, proses pengeboran dan pembersihan karies memberikan tekanan mekanis pada gigi dan jaringan pulpa di dalamnya. Pulpa yang mengandung saraf gigi wajar bereaksi dengan mengirimkan sinyal rasa tidak nyaman dalam beberapa hari ke depan.
Kedua, bahan tambalan yang baru dipasang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan suhu dan tekanan di dalam mulut. Tidak jarang pasien melaporkan gigi terasa lebih sensitif saat mengonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin dalam minggu pertama setelah penambalan. Ketiga, jika lubang gigi sangat dalam hingga mendekati saraf, dokter mungkin perlu memberikan perlindungan tambahan berupa liner kalsium hidroksida sebelum bahan tambalan utama dipasang dan gigi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya.
Cara Mencegah dan Mengatasi Adanya Nyeri Setelah Tambal Permanen
Mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen sebenarnya tidak selalu membutuhkan obat-obatan keras. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membantu mempercepat pemulihan:
- Hindari makanan dan minuman ekstrim suhunya (terlalu panas atau dingin) dalam beberapa hari pertama setelah penambalan.
- Kunyah makanan di sisi gigi yang berlawanan dengan gigi yang baru ditambal, terutama di minggu pertama.
- Konsumsi obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter jika nyeri terasa mengganggu.
- Jaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi untuk gigi sensitif.
- Hindari mengunyah makanan keras atau lengket yang bisa memberikan tekanan berlebih pada tambalan yang masih baru.
- Segera lakukan kontrol ke dokter jika gigitan terasa tidak nyaman atau tidak rata bisa jadi tambalan perlu sedikit disesuaikan.
Pencegahan terbaik tentu dimulai sejak sebelum prosedur dilakukan: pilih klinik gigi yang berpengalaman, sampaikan riwayat kesehatan Anda secara lengkap kepada dokter, dan ikuti semua instruksi perawatan pasca tambal yang diberikan.
Anda Sedang Mencari Klinik untuk Tambal Gigi yang Profesional?
Jika Anda berada di Jakarta dan sedang mencari tempat yang tepat untuk mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen atau menjalani prosedur tambal gigi dari awal, kami merekomendasikan Harmony Dental Clinic yang berlokasi di Jakarta Utara (Muara Karang).
Didukung oleh dokter gigi berpengalaman yang terlatih dalam berbagai tindakan dan perawatan penambalan gigi, Harmony Dental Clinic hadir untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang tepat, nyaman, dan terstandarisasi dengan baik. Kami memahami bahwa prosedur gigi bisa terasa menegangkan itu sebabnya tim kami selalu mengutamakan kenyamanan dan kepuasan Anda dari awal hingga akhir perawatan.Untuk reservasi kedatangan, silahkan hubungi admin kami di sini 08111622168. Untuk melihat profil dokter kami yakni salah satunya drg. Andri Sutanto, Sp. Kg bisa disimak di sini https://harmonydentaljakarta.com/.



