Apakah Bleaching Gigi Permanen? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

Bleaching gigi kini menjadi salah satu prosedur perawatan gigi yang paling banyak diminati, baik oleh kalangan muda maupun dewasa. Bagi banyak orang, bleaching adalah jawaban atas rasa tidak percaya diri akibat gigi yang kusam atau menguning karena kebiasaan minum kopi, teh, atau merokok. Namun di tengah antusiasme itu, muncul pertanyaan yang sering sekali ditanyakan apakah bleaching gigi permanen? Jawabannya singkat: tidak. Sama seperti scaling yang rutin dilakukan untuk membersihkan karang gigi, efek bleaching pun akan memudar seiring berjalannya waktu, meski relatif lebih tahan lama dibandingkan scaling.

Banyak orang yang merasa kecewa atau bahkan merasa “tertipu” ketika mendapati warna gigi mereka perlahan kembali kusam beberapa tahun setelah bleaching. Padahal, ini bukan kegagalan prosedur ini memang sifat alami dari perawatan tersebut. Gigi akan terus terpapar makanan, minuman, dan berbagai zat pewarna setiap harinya, sehingga perubahan warna adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Yang bisa dilakukan adalah memahami cara kerja bleaching, merawat hasilnya dengan benar, dan tahu kapan saatnya melakukan perawatan ulang.

Gigi yang Disarankan untuk Di-bleaching

Tidak semua gigi cocok untuk menjalani prosedur bleaching. Secara umum, bleaching paling efektif dilakukan pada gigi yang mengalami perubahan warna akibat faktor eksternal seperti noda dari kopi, teh, rokok, atau makanan berwarna gelap. Gigi yang sehat secara struktural, tidak berlubang, dan tidak memiliki tambalan besar di bagian depan adalah kandidat terbaik untuk bleaching.

Sebaliknya, bleaching tidak disarankan untuk gigi yang perubahannya berasal dari dalam (intrinsik), seperti gigi yang menggelap akibat konsumsi antibiotik tetrasiklin di masa kecil, gigi non-vital (gigi mati), atau gigi dengan tambalan komposit dan mahkota porselen karena bahan-bahan tersebut tidak akan bereaksi terhadap agen pemutih.

Kapan Sebaiknya Bleaching Gigi

Waktu terbaik untuk melakukan bleaching adalah ketika kondisi gigi dan gusi Anda dalam keadaan sehat. Pastikan tidak ada lubang yang belum ditangani, tidak ada peradangan pada gusi, dan karang gigi sudah dibersihkan terlebih dahulu melalui scaling. Melakukan bleaching saat kondisi mulut belum optimal justru bisa memperparah masalah yang ada.

Selain itu, bleaching sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil dan menyusui, anak-anak di bawah usia 16 tahun. Serta mereka yang memiliki sensitivitas gigi yang parah. 

Jika dilakukan dengan benar dan di bawah pengawasan dokter gigi, bleaching umumnya aman dan tidak merusak kesehatan gigi secara permanen. Bahan aktif yang digunakan biasanya hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Bahan ini bekerja dengan menembus lapisan email untuk memecah molekul pewarna di dalam gigi.

Namun, penggunaan bahan bleaching yang terlalu kuat atau terlalu sering tanpa pengawasan medis bisa mengiritasi gusi dan meningkatkan sensitivitas gigi. 

Apakah Bleaching Gigi Menyebabkan Gigi Aus dan Tipis

Ini adalah salah satu kekhawatiran yang paling sering muncul. Jawabannya: tidak secara langsung, selama prosedur dilakukan sesuai aturan. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan bleaching dengan konsentrasi yang tepat dan dalam durasi yang sesuai tidak menyebabkan kerusakan struktural pada email gigi secara signifikan.

Yang perlu diwaspadai adalah bleaching yang dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk dengan konsentrasi peroksida yang terlalu tinggi tanpa pengawasan dokter. Kondisi ini bisa membuat email gigi lemah dalam jangka panjang. Yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko gigi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan.

Berapa Lama Ketahanan Bleaching Gigi

Kembali ke pertanyaan awal apakah bleaching gigi permanen jawabannya tentu tidak. Secara rata-rata, efek bleaching bisa bertahan beberapa tahun. Tergantung pada beberapa faktor seperti kebiasaan makan dan minum, rutinitas menjaga kebersihan gigi, serta jenis dan konsentrasi bahan bleaching yang digunakan.

Perokok aktif dan mereka yang rutin mengkonsumsi kopi atau teh hitam biasanya akan melihat warna giginya kembali lebih cepat dibandingkan yang tidak. Untuk memperpanjang hasil bleaching, disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman berwarna gelap. Lalu juga berkumur setelah makan, serta menyikat gigi secara rutin dan benar.

Namun juga tidak disarankan melakukan bleaching gigi terlalu sering. Melakukan bleaching terlalu sering dalam waktu yang berdekatan justru bisa meningkatkan sensitivitas gigi secara berlebihan. Dan ini berpotensi merusak lapisan email jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda yang cukup.

Bleaching Gigi di Jakarta

Hasil Bleaching Gigi

Ingin Bleaching Gigi dengan Aman dan Prosedural?

Jika Anda sudah mantap ingin mencoba bleaching dan ingin hasilnya maksimal tanpa khawatir soal risiko. Maka langsung saja kunjungi Harmony Dental Clinic (salah satu Klinik Gigi Pluit yang terbaik) yang berlokasi di Jakarta Utara. Di sini, prosedur bleaching dilakukan secara profesional oleh dokter gigi berpengalaman dengan bahan-bahan yang sudah teruji keamanannya. Sehingga Anda bisa tampil lebih percaya diri dengan senyum yang lebih cerah tanpa mengorbankan kesehatan gigi Anda.

Untuk reservasi kedatangan, silakan hubungi kami di: 08111622168

Investasi terbaik untuk senyum Anda dimulai dari satu langkah kecil konsultasi bersama dokter yang tepat.

Scroll to Top